Menu

Mode Gelap

News · 19 Jun 2025 06:51 WIB ·

Perkuat Ekonomi Kerakyatan, PUKMI Mendukung Presiden Prabowo dan Wapres Gibran


					Perkuat Ekonomi Kerakyatan, PUKMI Mendukung Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Perbesar

Jakarta,Brigadenews.co.id – Paguyuban Usaha Kecil Menengah Indonesia (PUKMI), salah satu elemen pendukung Prabowo – Gibran pada laga Pilpres 2024 lalu terus berkomitmen untuk mendukung program Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Hilman Suryawijaya selaku Ketua Umum PUKMI, kebijakan Prabowo-Gibran terhadap UMKM yang konkret dan terukur ini tidak hanya berhenti pada menolong yang akan jatuh, akan tetapi lebih signifikan kontribusi kebijakan terkait UMKM terhadap perekonomian adalah merumuskan strategi untuk meningkatkan daya saing UMKM.

Apalagi lanjut Hilman, pemerintahan Prabowo berencana memberikan kredit khusus bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) padat karya: tekstil, sepatu, makanan dan minuman, furnitur, kulit. Rencananya pemberian fasilitas kredit kredit itu diberikan dalam waktu dekat (CNBC Indonesia, 19 Maret 2025).

Yang mana, sebelumnya terdapat kebijakan yang menyasar UMKM berupa Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2024 tentang Penghapusan Piutang Macet kepada usaha Mikro Kecil dan Menengah dalam bidang Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan, Kelautan serta UMKM lainnya.

Kedua kebijakan tersebut adalah bukti nyata keberpihakan Prabowo-Gibran terhadap keberlangsungan bisnis UMKM. Lebih spesifik, betapa kuatnya komitmen Presiden Prabowo pada ketahanan pangan mengingat mereka yang dihapuskan utangnya merupakan para pelaku UMKM yang bergerak di sektor perikanan dan pertanian, yang sudah tidak memiliki kemampuan bayar dan sudah jatuh tempo, serta sudah diproses penghapusan bukunya di bank Himbara (CNBC Indonesia, 12 November 2024).

Hanya saja, menerbitkan pemberian kredit investasi maupun penerbitan PP Penghapusan Piutang Macet kepada UMKM saja belum cukup, harus dimonitor secara intensif dalam proses pelaksanaannya. Persyaratan restrukturisasi kredit menjadi salah satu tantangan mendasar bagi UMKM.

Pendekatan yang terlalu formal tidak selaras dengan karakteristik UMKM di Indonesia, yang umumnya tidak memiliki struktur keuangan yang terstandardisasi. Temuan empiris menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM beroperasi secara informal, sehingga kebijakan ini perlu disesuaikan dengan kondisi faktual agar dapat diimplementasikan secara optimal.

 

 

(Red/Rudi)

Artikel ini telah dibaca 68 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Air Payau dan Sedikit Asin Faktor Alam musiman Intraksi Air Sungai & Air Laut

26 Agustus 2026 - 15:46 WIB

Babinsa Koramil 14/Panongan Dampingi Peternak Bebek Petelur, Perkuat Ketahanan Pangan di Tingkat Desa

26 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Bukan Sekadar Kopdar, Dandim 0510/ Tigaraksa Ajak Ojol Jadi Mata dan Telinga Kamtibmas

26 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Berikan Rasa Aman kepada Warga, Koramil 11/Pasar Kemis Gelar Patroli Jalan Kaki dan Berkendara Maung

26 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Jaga Kebersihan Lingkungan, Satgas Sampah Kodim 0510/Tigaraksa Bersihkan Tumpukan Sampah di Desa Cibadak

26 Agustus 2026 - 15:14 WIB

LDK SMKN 13, Koramil 02/Curug Bekali Siswa dengan Wasbang dan PBB

26 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Trending di News