Ciamis, Brigadenews.co.id – Layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Muhammadiyah Kawali Mukti, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, terpaksa vakum selama 3 hari pada pekan ini.
Penghentian operasional terjadi karena anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum turun. Dampaknya, produksi makanan untuk penerima manfaat MBG terhenti sementara.
Kepala SPPG Muhammadiyah Kawali Mukti, Ilham, membenarkan hal tersebut. Ia menyebut dapur hanya bisa beroperasi pada Senin-Selasa, 21-22 Juli 2026.
“Untuk hari Rabu, Kamis, Jumat kita libur karena anggarannya belum turun. Alasan pastinya kenapa belum cair kita juga tidak tahu,” ujar Ilham.
*Penerima Manfaat Merasa Dirugikan*
Keterlambatan pencairan anggaran ini berdampak langsung kepada para penerima manfaat. Ratusan siswa di wilayah Kawali kehilangan akses makanan bergizi yang seharusnya mereka terima setiap hari kerja.
Selama 3 hari dapur libur, artinya anak-anak kehilangan asupan protein, sayur, buah, dan gizi seimbang yang menjadi tujuan utama program MBG. Padahal pemenuhan gizi harian sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang dan konsentrasi belajar mereka.
*Menimbulkan Pertanyaan*
Yang menjadi pertanyaan, penghentian operasional ini tidak terjadi di semua dapur SPPG. Berdasarkan pantauan, sejumlah dapur SPPG lain di wilayah Ciamis masih beroperasi seperti biasa dan tetap menyalurkan MBG kepada penerima manfaat.
Kondisi berbeda ini menimbulkan tanda tanya. Mengapa hanya SPPG Kawali Mukti yang terdampak keterlambatan anggaran? Ada apa sebenarnya?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan dana dari BGN akan dicairkan dan operasional dapur SPPG Kawali Mukti kembali normal.
Pemerintah pusat melalui BGN dan Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis didesak segera turun tangan dan memberikan kejelasan. Jangan sampai persoalan administratif di tingkat pusat berujung pada terabaikannya hak anak-anak untuk mendapatkan makanan bergizi.
Yli














