Jakarta, Brigadenews.co.id – Program pilah sampah dari sumber adalah program bagus yang di keluarkan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung lewat Ingub no 5 Tahun 2026. Namun pada kenyataannya Program tersebut kiranya belum juga berjalan sebagaimana yang diharapkan.
Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk mengurangi sampah dari sumber, ternyata tidak mampu diaplikasikan oleh Jajarannya. Bahkan cenderung terkesan mencoreng dan menodai program tersebut.
Baru baru ini ramai diberitakan di beberapa media online dugaan adanya Pungli (Pungutan Liar) di wilayah Suku Dinas Kebersihan Lingkungan Hidup Jakarta Selatan.
Ketua Dewan Pembina Forum Aktivis Jakarta Bersatu Hasnil Hasan SH. mengungkapkan ia mendapatkan informasi diwilayahnya kecamatan Pancoran kerap terjadi pungutan liar yang dilakukan oleh satpel Kecamatan Pancoran melalui pihak ketiga berinisial CP.
Angka pungutan liar cukup fantastis, setelah di lakukan investigasi di dapat bahwa tempat usaha yang cukup terkenal berlokasi di depan Masjid Almunawar pembayarannya tidak menggunakan SSRD (Surat Setoran Retribusi Daerah) tapi memakai Kwitansi.
Hasnil Hasan SH juga memperoleh informasi mengenai biaya mobil, germor dan gerobak yang membuang sampahnya di Dipo Kecamatan Pancoran.
Hasnil Hasan SH. mengharapkan Rizky Febriyanto Kepala Suku Dinas Kebersihan Lingkungan Hidup Jakarta Selatan yang dilantik pada Mei 2026, dapat memberikan edukasi kepada jajarannya sehingga permasalahan seperti ini tidak terjadi pada era kepemimpinannya. Pada laman resmi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Publikasi LHKPN Rizky Febriyanto memiliki kekayaan tercatat 554.305.396. (ysf)














