Tangerang, Brigadenews.co.id – Upaya memperkuat ketahanan ideologi bangsa dan membangun karakter generasi muda terus menjadi perhatian Korem 052/Wijayakrama. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan meningkatnya tantangan ideologi di ruang digital, Korem 052/Wijayakrama mengambil peran aktif melalui Seminar Bela Negara, Anti-Radikalisme dan Pancasila yang diselenggarakan dalam rangka Prasmul Elevate Program bagi mahasiswa baru Universitas Prasetiya Mulya di Sports Hall Kampus BSD, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 1.200 mahasiswa baru tersebut menghadirkan Kasi Intel Kasrem 052/Wijayakrama Kolonel Inf Muhammad Zia Ulhaq, S.Sos., sebagai narasumber utama. Turut hadir Co-Provost II Universitas Prasetiya Mulya Stevanus Wisnu Wijaya, Ph.D., Dekan Sekolah STEM Permata Nur Miftahur Rizki, Ph.D., serta Danramil 03/Legok Mayor Inf Khairil Anwar.
Dalam pemaparannya, Kasi Intel Kasrem 052/Wijayakrama menegaskan bahwa bela negara merupakan sikap dan tindakan nyata setiap warga negara dalam menjaga keutuhan bangsa sesuai bidang pengabdian masing-masing. Menurutnya, ancaman terhadap negara saat ini tidak hanya berbentuk agresi fisik, tetapi juga ancaman nonmiliter berupa penyebaran paham radikal, intoleransi, disinformasi, serta upaya yang dapat mengikis persatuan dan kesatuan bangsa.
Ia menjelaskan bahwa semangat bela negara harus berlandaskan lima nilai dasar, yaitu cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan terhadap Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, serta memiliki kemampuan awal bela negara. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang memiliki integritas, daya saing, serta kepedulian terhadap masa depan bangsa.
Lebih lanjut, Kasi Intel Kasrem 052/Wijayakrama menekankan bahwa Pancasila merupakan benteng ideologis bangsa yang telah terbukti mampu menjaga Indonesia tetap kokoh dalam keberagaman. Nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang harmonis, toleran, demokratis, serta menjunjung tinggi persatuan sebagai kekuatan nasional.
Pada kesempatan tersebut, para peserta juga dibekali pemahaman mengenai karakteristik dan bahaya radikalisme yang kerap berkembang melalui berbagai platform digital. Mahasiswa diingatkan untuk meningkatkan literasi digital, mengedepankan pola pikir kritis, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang bersifat provokatif, menyesatkan, maupun mengandung narasi kebencian yang berpotensi memecah belah bangsa.
Seminar berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan yang disampaikan menunjukkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap isu kebangsaan, perkembangan teknologi informasi, serta tantangan yang dihadapi bangsa dalam menjaga persatuan dan stabilitas nasional.
Melalui kegiatan ini, Korem 052/Wijayakrama menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan dunia pendidikan dalam menyiapkan generasi penerus yang unggul, berkarakter, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat. Diharapkan para mahasiswa tidak hanya menjadi insan akademis yang berprestasi, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menjaga nilai-nilai Pancasila, memperkuat persatuan nasional, serta berkontribusi aktif dalam mewujudkan Indonesia yang maju, aman, dan berdaulat.
Penrem 052/Wijayakrama














