Menu

Mode Gelap

News · 17 Jun 2026 14:09 WIB ·

Genangan Air di sebagian Kota Pontianak bukan Sepenuhnya Tanggung jawab Pemkot Tapi Merupakan Tanggung Jawab Bersama Warga Pontianak dan Pemkot 


					Genangan Air di sebagian Kota Pontianak bukan Sepenuhnya Tanggung jawab Pemkot Tapi Merupakan Tanggung Jawab Bersama Warga Pontianak dan Pemkot  Perbesar

Brigadenews.co.id,  Kota Pontianak – Pontianak berasal dari Sejarahnya kota rawa + dikelilingi Sungai Kapuas & Landak. Jadi kalau pasang + hujan bareng, ruas jalan langganan banjir tuh: Jl. Sultan Abdurrahman, Jl. Sisingamangaraja, Jl. Tebu, Parit Pangeran, dll.Ungkapan Ketua LBHI PERS Provinsi Kalimantan Barat Rusman Haspian SE,SH Berkomentar untuk Kota Pontianak pada Selasa 16/07/26 untuk mengentaskan masalah Banjir disebagian wilayah kota Pontianak

 

*1. Masalah utama Pontianak = “rob + hujan”*

Air laut pasang naik + hujan deras = air nggak bisa lari ke sungai. Makanya genangan lama surutnya.

 

*2. Solusi yang Sudah/dilakukan Pemkot Pontianak* adalah :

 

1. *Pompa air raksasa*

Sekarang Pemkot udah pasang pompa di titik rawan kayak Jl. Sisingamangaraja, Jl. Tebu. Begitu hujan + pasang, pompa nyala Menyedot air ke aliran Sungai Kapuas. Ini paling ngaruh buat jangka pendek.

 

2. *Pintu air / floodgate*

Dibikin di muara parit besar biar pasang, air laut nggak masuk ke parit kota. Pas surut, baru dibuka.

 

3. *Normalisasi & pelebaran parit/drainase*

Parit-parit kecil di gang diperbesar. Walaupun masih banyak PR untuk Pemkot, masih banyak warga yang buang sampah sembarangan. 1 plastik aja bisa mampetin 1 ruas jalan.

 

4. *Tinggikan jalan + trotoar*

Proyek kayak di Jl. Tanjungpura, Jl. Gajah Mada. Jalan dinaikin 30-50cm biar nggak selevel sama air pasang.

 

5. *Kolam retensi “Embung”*

Bikin kolam tampungan di lahan Pemkot. Contoh: Embung Untan, Embung 9. Air hujan ditampung dulu di situ.

 

*3. Yang bisa warga Pontianak lakuin langsung*

 

1. *”Gerakan Jumat Bersih”*: Rutin bersihin parit depan rumah. Jangan tunggu PU. atau Pemkot untuk kerja sama kita sebagai warga kota Pontianak.

 

2. *Jangan tutup resapan*: Halaman rumah jangan full beton. Kasih tanah/rumput biar air bisa meresap.

 

Ada aplikasi untuk

 

*Lapor cepat*: Kalau ada parit mampet, langsung lapor via Lapor Pak Wali / aplikasi “Sampah Kite”. Foto + titik Google Maps.

4. *Siapin pompa celup*: Buat rumah toko yang langganan banjir 20-30cm, pompa celup 200rb-an udah nolong banget.

 

*Fakta unik Pontianak*: Kota ini posisinya 0 meter dari laut + tanahnya gambut. Jadi nggak bisa 100% bebas banjir. Targetnya: “banjir surut cepat”, bukan “nggak banjir sama sekali” ucap Rusman Haspian SE.SH yang banyak berkonsultasi dengan beberapa fakar Ahli Technik yang enggan disebutkan namanya berdasarkan fakta untuk beberapa titik rawan mengenai rob atau drainase mampet biar warga *Pontianak Tenggara & Pontianak Kota* Dua kecamatan itu emang “langganan” banjir + rob karena paling dekat ke Sungai Kapuas & Laut, Jadi bukan membela Walikota Pontianak akan Banjir dibeberapa bagian kota Pontianak karna hujan berkepanjangan.Hanya tingkat kesadaran sebagian Warga kota Pontianak , Sebagian ya saya sebutkan bukan seluruh warga kota Pontianak.

 

 

*1. Pontianak Tenggara*

Langganan banjir pasang: Jl. Alianyang, Jl. Perdana, Komp. Akcaya, Parit H. Husin II, Jeruju

Penyebab utama:

– Tanahnya lebih rendah dari Sungai Kapuas Kecil

– Drainase ke Sungai Jawi mampet + sempit

– Rob pas air laut pasang purnama

 

*2. Pontianak Kota*

Langganan banjir: Jl. Diponegoro, Jl. Gajah Mada, Jl. P. Natakusuma, Pasar Flamboyan, Kawasan Sungai Bangkong

Penyebab utama:

 

– Pusat kota = banyak beton, air nggak ada tempat meresap

 

– Saluran Sungai Bangkong + Parit Mayor udah nggak mampu nampung debit

 

– Pasang Sungai Kapuas langsung masuk ke parit kota

 

*Solusi spesifik buat 2 kecamatan ini:*

 

*Jangka Pendek – Biar nggak kita nggak kejebak ki*

1. *Cek jadwal pasang surut*: Download aplikasi “Info BMKG” atau “Tides”. Kalau pasang >2.5 meter + hujan, mending hindari Jl. Alianyang & Diponegoro jam 6-9 pagi / 6-9 malam.

2. *Pompa mobile Pemkot*: Sekarang Pemkot naruh pompa di Jl. Sisingamangaraja perbatasan Tenggara-Kota. Kalau hujan deras, warga sekitar bisa minta dinyalain.

3. *Jalur alternatif*: Kalau Jl. Alianyang banjir, lewat Jl. Perdana → Tembus ke Jl. Tebu. Kalau Jl. Diponegoro banjir, lewat Jl. H. Agus Salim.

 

Ini sudah menjadi – PR Pemkot + Warga Sejak lama :

 

1. *Normalisasi Sungai Jawi & Sungai Bangkong*: Ini PR besar. Ini sudah dilakukan Pemkot kota Pontianak beberapa waktu lalau ucap Rusman Kalau 2 sungai ini dikeruk + dilebarin, 70% banjir Tenggara-Kota berkurang (Dari keterangan beberapa pihak red).

 

2. *Pintu air Sungai Jawi*: Biar pasang laut nggak dorong balik air ke Parit H. Husin II & Akcaya.

 

3. *Biopori + sumur resapan*: Buat warga rumah, bikin biopori 10cm di halaman. 1 rumah 4 titik biopori = 1 truk air hujan bisa masuk tanah.

 

4. *Gerakan “Sungai Kita Bersih”*: Warga Sungai Bangkong + Sungai Jawi paling ngaruh kalau kompak nggak buang sampah ke sungai.

 

@diskominfo_pontianak atau aplikasi “Lapor Pak Wali”. Pemkot Pontianak sekarang cepet respon kalau ada laporan + titik jelas, jadi keliru tentang pendapat sebagian warga kota yang belum mengerti Tentang Walikota Kita yang Handal Pungkas Rusman Menutup menutup (M Fikry)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sinergitas TNI-Polri Jaga Kondusivitas Wilayah, Patroli Gabungan Pantau Kamtibmas di Curug

18 Juni 2026 - 02:48 WIB

Hadiri Perayaan Malam Harmoni Tanpa Batas, Bupati Herdiat Ingatkan Pentingnya Kerukunan Dan Persatuan Dalam Kemajuan Pembangunan

18 Juni 2026 - 02:15 WIB

Polsek Kelapa Dua Intensifkan Patroli Malam dan Razia Stasioner, Perkuat Kamtibmas dan Cegah Kejahatan Jalanan

18 Juni 2026 - 02:03 WIB

Patroli KRYD Polsek Legok, Langkah Nyata Cegah Kejahatan Jalanan dan Tawuran di Wilayah Legok

18 Juni 2026 - 01:52 WIB

Jadilah Teladan di Tengah Masyarakat

17 Juni 2026 - 14:01 WIB

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Polri Ajak Masyarakat Perkuat Keimanan dan Jaga Kamtibmas

17 Juni 2026 - 12:33 WIB

Trending di Han-Kam