Ciamis, Brigadenews.co.id – SMAN 1 Ciamis resmi ditunjuk menjadi salah satu Sekolah Maung, program sekolah unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan standar pendidikan di atas nasional.
Penunjukan ini membuat sekolah tersebut bersiap menjalankan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dengan tahapan yang berlangsung maraton mulai akhir Mei 2026.
Setelah kick off dilakukan tingkat provinsi, Senin (18/5), kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi di tingkat Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah XIII yang mencakup Ciamis, Banjar, dan Pangandaran, lalu diteruskan ke rayon.
Setelah di tunjuk sebagai SMA Maung di Kabupaten Ciamis, SMAN 1 Ciamis melajutkan dengan menggelar kegiatan Sosialisasi yang di gelar di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Jumat 22 Mei 2026.
“Sebagai Sekolah Maung kami memiliki kewajiban melakukan sosialisasi ke seluruh rayon. Hari Rabu kemarin juga kami berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis agar seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal,” ujar Noor.
Noor Rahmawati, S.Pd.,M.Pd. menambahkan, proses sosialisasi program Sekolah Maung bergerak sangat cepat sejak peluncuran SPMB tingkat Jawa Barat.
Ia menjelaskan, pendaftaran Sekolah Maung dimulai lebih awal dibanding sekolah reguler, yakni pada 25-29 Mei 2026.
Namun, jadwal tersebut bertepatan dengan libur Idul Adha sehingga sekolah harus bekerja lebih cepat. “Karena tanggal 25 dan 26 Mei bertepatan dengan libur Idul Adha, proses pendaftarannya akan berlangsung maraton,” katanya.
Sebagai sekolah unggulan, SMAN 1 Ciamis akan menerapkan kualitas pendidikan di atas Standar Nasional Pendidikan (SNP) melalui perpaduan kurikulum nasional, internasional dan kurikulum spesialisasi. Sejumlah mata pelajaran bahkan akan mengadopsi Kurikulum Cambridge.
Meski mengusung standar internasional, Noor menegaskan siswa tetap dibekali penguatan budaya lokal. “Tujuannya agar lulusan dapat melanjutkan ke perguruan tinggi tetapi tetap memiliki akar budaya Sunda yang kuat serta komitmen mengabdi di Jawa Barat,” jelasnya.
Menurut Noor, calon peserta didik juga harus melampirkan surat rekomendasi yang menerangkan siswa memiliki prestasi dan kesiapan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sistem belajar di Sekolah Maung pun berbeda dari sekolah umum. Siswa akan menjalani pola pembelajaran full day plus. Kegiatan belajar berlangsung Senin sampai Jumat pukul 07.00 hingga 17.00 WIB, sedangkan Sabtu tetap masuk mulai pukul 07.30 sampai 14.00 WIB.
Selain itu, sekolah tengah menyiapkan kurikulum spesialisasi seperti bidang olahraga dan seni, termasuk rencana pengembangan sanggar seni berbasis budaya lokal.
Pendampingan menuju Perguruan Tinggi Negeri (PTN) juga disiapkan melalui lima tahap pembinaan sejak siswa berada di kelas 10.
Dari sisi kuota, jumlah siswa di Kelas Maung dibatasi maksimal 32 orang per rombongan belajar dengan total 12 rombel, lebih sedikit dibanding kelas reguler yang biasanya menampung 36 hingga 42 siswa.
Sementara untuk seleksi, penerimaan dilakukan melalui beberapa jalur. Jalur Potensi Akademik memiliki kuota 10 persen dengan syarat IQ minimal 130. Kemudian Jalur Kompetensi Akademik mendapat kuota terbesar yakni 70 persen dengan syarat rata-rata nilai rapor minimal 85. Jalur Prestasi Non-Akademik menyediakan kuota 20 persen bagi siswa peraih prestasi minimal tingkat provinsi dengan nilai kompetensi prestasi minimal 80.
Noor menghimbau siswa yang nantinya belum lolos seleksi Sekolah Maung agar tidak berkecil hati. “Ketika pengumuman keluar pada 8 Juni dan belum diterima, siswa masih memiliki kesempatan mengikuti SPMB reguler baik tahap pertama maupun tahap kedua,” pungkasnya.
Yli














