Menu

Mode Gelap

News · 13 Jun 2025 13:46 WIB ·

Antisipasi Serangan Hama Wereng Coklat, Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis Gelar Rakor Pembentukan Satgas Darurat Wereng.


					Antisipasi Serangan Hama Wereng Coklat, Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis Gelar Rakor Pembentukan Satgas Darurat Wereng. Perbesar

Ciamis, Brigadenews co id – Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, melakukan rapat koordinasi Satgas Darurat Wereng Selasa (10/6/2025). Bertempat di Aula DPKP.
Kegiatan itu dihadiri Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) se-kabupaten Ciamis, penyuluh pertanian Kabupaten Ciamis Kemudian perwakilan dari koordinator satuan pelayanan wilayah V Tasikmalaya Badan Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH). Serta penggiat pertanian organik, Bapak Alik Sutaryat.

Rapat dibuka dengan pemaparan mengenai kondisi wabah Wereng Batang Coklat (WBC) di Kabupaten Ciamis oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Slamet Budi Wibowo S.P., M.Si.

Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan oleh Perwakilan Koordinator Satuan Pelayanan Wilayah V Tasikmalaya, mengenai kondisi serangan WBC yang telah secara masif menyerang tanaman padi di wilayah Kabupaten Ciamis sejak akhir bulan Maret.

Menurut data yang ada, lima kecamatan di Kabupaten Ciamis terkena wabah WBC yang mulai tergolong parah yaitu Banjaranyar, Baregbeg, Ciamis, Cihaurbeuti, dan Sukadana. “Oleh karena itu, diperlukan tindakan pengendalian wabah WBC secara terpadu sebagai bentuk preventif agar serangan tidak semakin meluas,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Slamet Budi Wibowo.

Ia berharap, melalui rapat koordinasi pembentukan satgas darurat wereng ini, dapat membekali para petugas POPT dan penyuluh di lapangan dalam melaksanakan pencegahan dan penanganan wabah WBC di Kabupaten Ciamis sehingga tidak semakin meluas.

Sementara itu, penggiat pertanian organik, Alik Sutaryat memaparkan mengenai konsep pengendalian secara alami untuk menangani wereng. Materi dibuka dengan penjelasan mengenai sejarah pengelolaan ekosistem pertanian di Indonesia, yaitu dimulai dengan pertanian konvensional, pengendalian hama terpadu (PHT) dan terakhir SRI Organik yang menerapkan budidaya padi dengan prinsip pertanian organik.

“Pengendalian wereng secara alami yaitu dapat menggunakan musuh alami wereng, di antaranya: laba-laba, kumbang, kepik Cyrtorhinus dan tomcat,” pungkas Alik.

Yli

Artikel ini telah dibaca 86 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Modifikasi Tengki Kendaraan dan Gunakan Barcode Palsu, Polres Kobar Bongkar Penyelewengan BBM Subsidi

1 Mei 2026 - 18:05 WIB

Ratusan Personel Polres Tangsel Amankan Keberangkatan Buruh ke Jakarta pada May Day 2026

1 Mei 2026 - 13:10 WIB

Bhabinkamtibmas Desa Bojongkamal Laksanakan Sambang dan Cooling System untuk Jaga Kamtibmas

1 Mei 2026 - 12:59 WIB

Patroli Ops Cipta Kondisi Polsek Kelapa Dua, Antisipasi Balap Liar dan Gangguan Kamtibmas di Gading Serpong

1 Mei 2026 - 12:53 WIB

Babinsa Cikupa Pererat Silaturahmi Peringati Mayday 

1 Mei 2026 - 09:09 WIB

Kodim 0510/Tigaraksa Gerak Cepat Turunkan Satgas Sampah Bersihkan Sampah Di Kadu Agung 

1 Mei 2026 - 08:55 WIB

Trending di News