Ciamis, Brigadenews co id – Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, melakukan rapat koordinasi Satgas Darurat Wereng Selasa (10/6/2025). Bertempat di Aula DPKP.
Kegiatan itu dihadiri Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) se-kabupaten Ciamis, penyuluh pertanian Kabupaten Ciamis Kemudian perwakilan dari koordinator satuan pelayanan wilayah V Tasikmalaya Badan Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH). Serta penggiat pertanian organik, Bapak Alik Sutaryat.
Rapat dibuka dengan pemaparan mengenai kondisi wabah Wereng Batang Coklat (WBC) di Kabupaten Ciamis oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Slamet Budi Wibowo S.P., M.Si.
Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan oleh Perwakilan Koordinator Satuan Pelayanan Wilayah V Tasikmalaya, mengenai kondisi serangan WBC yang telah secara masif menyerang tanaman padi di wilayah Kabupaten Ciamis sejak akhir bulan Maret.
Menurut data yang ada, lima kecamatan di Kabupaten Ciamis terkena wabah WBC yang mulai tergolong parah yaitu Banjaranyar, Baregbeg, Ciamis, Cihaurbeuti, dan Sukadana. “Oleh karena itu, diperlukan tindakan pengendalian wabah WBC secara terpadu sebagai bentuk preventif agar serangan tidak semakin meluas,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Slamet Budi Wibowo.
Ia berharap, melalui rapat koordinasi pembentukan satgas darurat wereng ini, dapat membekali para petugas POPT dan penyuluh di lapangan dalam melaksanakan pencegahan dan penanganan wabah WBC di Kabupaten Ciamis sehingga tidak semakin meluas.
Sementara itu, penggiat pertanian organik, Alik Sutaryat memaparkan mengenai konsep pengendalian secara alami untuk menangani wereng. Materi dibuka dengan penjelasan mengenai sejarah pengelolaan ekosistem pertanian di Indonesia, yaitu dimulai dengan pertanian konvensional, pengendalian hama terpadu (PHT) dan terakhir SRI Organik yang menerapkan budidaya padi dengan prinsip pertanian organik.
“Pengendalian wereng secara alami yaitu dapat menggunakan musuh alami wereng, di antaranya: laba-laba, kumbang, kepik Cyrtorhinus dan tomcat,” pungkas Alik.
Yli














