Brigadenews co id, Kalbar -Beberapa warga mengeluhkan tentang pelayanan *PDAM Kota Pontianak yang mengalami Aliran Macet dan Air Payau, Mulyati mewakili Warga Danau Sentarum yang berhasil ditemui wartawan Keluhkan Pelayanan PDAM Tirta Khatulistiwa*
Bahkan Puluhan warga, Kelurahan Ampera Kecamatan Pontianak Kota juga mengeluhkan kualitas air PDAM Tirta Khatulistiwa yang tidak layak dipakai sejak awal bulan Juli sampai saat ini.
Pantauan di lapangan, air yang keluar dari keran rumah warga mengalir sangat keruh dan berwarna kekuningan, bertekanan sangat lemah, dan terasa payau Asin Gurih saat digunakan untuk minum atau mencuci beras dan saat memasak nasi mutlak tidak dapat di gunakan.
“Udah hampir 1 minggu airnya kecil. Kalau keluar pun rasanya asin. Buat masak dan minum jelas saya nggak berani,” ujar Maryati pada media peliputan juga menambahkan informasi detail keluhan seputar Krisis air PDAM yang tidak layak diminum juga mencuci beras sudah tidak bisa, karena airnya payau terasa Asin dan gurih seperti air dicampur dengan Micin saja rasanya.
Beberapa warga yang terdampak, mengalami kendala dan mengalami masalah air payau berharap pihak PDAM Kota Pontiank secepatnya mengambil langkah dan melakukan evaluasi berkenaan dengan rasa air yang payau
“Kami minta PDAM segera memberikan klarifikasi dan penjelasan tentang payaunya air Kalau memang ada gangguan pipa atau intrusi air laut, sampaikan ke warga biar kami bisa antisipasi,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PDAM Tirta Khatulistiwa belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kemacetan aliran dan rasa payau pada air.
Warga berharap PDAM segera melakukan flushing dan perbaikan agar distribusi air kembali normal (Rusman Haspian)














