Menu

Mode Gelap

News · 30 Agu 2025 00:26 WIB ·

Keyzha Bellvania Raffanda, Bunga Jaipong Kecil dari Cibatu


					Keyzha Bellvania Raffanda, Bunga Jaipong Kecil dari Cibatu Perbesar

Garut , Brigadenews.co.id – Di antara riuh zaman yang kian berlari, hadir seorang gadis kecil yang menari dengan hati. Keyzha Bellvania Raffanda, usia baru tujuh tahun, namun setiap langkah kakinya diiringi jaipong mampu menyentuh rasa siapa saja yang melihat.

Ia bukan sekadar anak yang pandai menari, melainkan bunga kecil yang mekar di panggung budaya Sunda.

Sejak usia lima tahun, Keyzha telah jatuh cinta pada jaipong. Gerakannya bukan hanya latihan tubuh, tetapi alunan jiwa. Jemari lentiknya seperti melukis udara, sorot matanya bercerita lebih dari kata-kata, dan liukan tubuhnya bagai melodi yang menghidupkan panggung.

Dari dirinya, seni terasa bukan sekadar tontonan, melainkan doa yang menari.

Bakat ini tumbuh dan terasah di Paguron Rajawali, sanggar seni di Kampung Cipicung, Desa Keresek, Kecamatan Cibatu. Sanggar yang dipimpin Kang Sami dengan dukungan penuh Kang Azmi ini menjadi taman tempat Keyzha belajar disiplin, ketekunan, dan cinta budaya.

Kang Azmi sendiri telah lama dikenal sebagai seniman Garut yang mengibarkan silat hingga ke Jepang, kini turut menanamkan api seni pada generasi penerus.

Perjalanan Keyzha sudah mewarnai banyak panggung, Ia tampil menawan di Serbuan Teritorial TNI AD di Lapang Masjid Besar Cibatu, juga memukau dalam Minangkala Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut, bahkan mendapat apresiasi langsung dari Hj. Rudi Gunawan.

Dari satu panggung ke panggung berikutnya, langkahnya adalah pesan: seni tradisi masih hidup, masih bernapas, dan masih indah.

Di luar panggung, Keyzha tetaplah siswi SDN 2 Pamekarsari, Kecamatan Banyuresmi. Sekolah ini menjadi tempat ia menyeimbangkan ilmu, iman, dan budaya. Kepala sekolah, Wanti Rohmawati, S.Pd., mengungkapkan rasa bangga:

“Keyzha bukan hanya murid berbakat, tapi teladan. Ia membuktikan pendidikan bisa berjalan seiring dengan pelestarian seni.

Kami ingin anak-anak tumbuh cerdas, berakhlak, dan berbudaya,” tuturnya.

Namun, di balik kebanggaan itu, ada pula suara pengingat dari Kang Azmi:

“Garut ini kaya budaya, tapi jika pemerintah terus diam, lama-lama seni kita bisa hilang. Anak-anak seperti Keyzha adalah bukti seni tradisi masih hidup, tapi mereka butuh ruang, perhatian, dan kebijakan yang nyata. Jangan biarkan seniman berjalan sendiri,” ucapnya.

Kisah Keyzha adalah harmoni antara pendidikan dan seni, antara bunga kecil yang tumbuh dan akar tradisi yang kokoh. Dari panggung kecil di Garut, ia menari membawa pesan besar: mencintai budaya bukanlah langkah mundur, melainkan cara paling indah untuk maju dengan jati diri.

(Red)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

SDN 1 Sungai Kapitan Bangun Karakter Siswa – Siswi Melalui Pramuka

24 Januari 2026 - 02:24 WIB

Perkuat Sinergitas TNI–Polri, Korem 062/TN dan Polres Garut Gelar Olahraga Bersama

24 Januari 2026 - 02:19 WIB

Respon Cepat Banjir Tangerang: Kodim 0510/Tigaraksa Distribusikan Logistik ke Telagabestari

23 Januari 2026 - 15:28 WIB

Dua Pelaku Curanmor Ditangkap, Kapolsek Ciputat Timur Serahkan Motor ke Pemilik

23 Januari 2026 - 15:05 WIB

Bhabinkamtibmas Desa Caringin Laksanakan Pengecekan Pos Kamling Terpadu

23 Januari 2026 - 15:00 WIB

Empat Program Unggulan Korem 052/Wkr Jadi Sorotan dalam Kunjungan Kerja Danrem ke Kodim 0503/JB

23 Januari 2026 - 14:47 WIB

Trending di News