Ciputat, Brigadenews.co.id – Pemandangan memprihatinkan terlihat di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan. Ratusan lapak yang seharusnya menjadi pusat aktivitas ekonomi justru tampak kosong melompong. Tidak ada pedagang, tidak ada aktivitas, hanya deretan kios yang terabaikan. Fakta ini menimbulkan pertanyaan serius tentang efektivitas penggunaan anggaran daerah untuk pembangunan pasar tersebut.
Pantauan tim Brigadenews.co.id pada Selasa pagi (26/08/2025) menunjukkan kondisi memalukan ini. Lapak-lapak yang dibangun dengan dana APBD diduga bernilai miliaran rupiah kini terbengkalai tanpa pemanfaatan berarti.
Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa dengan proyek ini.
“Ini jelas pemborosan anggaran. Pemerintah seharusnya melakukan kajian mendalam sebelum menggelontorkan dana besar. Faktanya, lapak-lapak ini justru tidak digunakan, yang rugi masyarakat,” tegasnya.
Tidak hanya itu, dugaan praktik kotor turut mencuat. Sumber tersebut menyebut adanya indikasi jual beli kios secara ilegal oleh oknum di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangerang Selatan.
“Ada kabar bahwa beberapa kios sudah diperjualbelikan secara tidak transparan. Ini patut diusut,” ungkapnya.
Kondisi ini menuai sorotan publik. Banyak pihak mendesak Pemkot Tangerang Selatan segera turun tangan dan melakukan audit menyeluruh. Jangan sampai proyek yang menggunakan dana rakyat ini hanya menjadi “monumen pemborosan” tanpa manfaat nyata.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Disperindag Tangsel belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan jual beli kios dan penyebab ratusan lapak tetap kosong.
(Rdh)














