Tangerang Selatan, Brigadenews.co.id — Hidup tak selalu berjalan mulus bagi sebagian orang. Hal inilah yang dialami Jeje Harjani, pria berusia 43 tahun asal Bandung yang kini tinggal sebatang kara di wilayah Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Sejak lebih dari satu tahun terakhir, Jeje tinggal menumpang di Puskesmas Pamulang karena keterbatasan fisik yang membuatnya tak mampu lagi bekerja.
Saat ditemui di Puskesmas Pamulang pada Kamis (24/7/2025), Jeje mengisahkan bahwa dirinya mengalami kecelakaan lalu lintas pada tahun 2020. Kecelakaan itu mengakibatkan kaki kanannya harus diamputasi, sementara kaki kirinya masih mengalami luka serius dan membutuhkan perawatan intensif secara berkala.
“Awalnya saya cuma luka, tapi lama-lama dagingnya rusak dan harus diamputasi. Sekarang kaki kiri saya juga belum sembuh, masih luka dan harus terus berobat jalan,” ujar Jeje dengan nada lirih.
Lahir di Majalengka tahun 1982 dan besar di Bandung, Jeje sudah tinggal di Jalan Ketapang 1, Kelurahan Pamulang Barat, sejak tahun 1995. Namun, sejak kecelakaan itu, hidupnya berubah total. Ia kehilangan kemampuan untuk bekerja dan tidak memiliki sanak keluarga yang bisa menampung atau merawatnya. Kini, untuk menyambung hidup, Jeje hanya bisa mengandalkan belas kasih orang lain.
“Untuk makan sehari-hari saja saya dibantu teman-teman yang kerja jadi juru parkir. Kadang saya ikut duduk dan bantu sebisanya,” tuturnya pelan.
Meski dalam kondisi sulit, Jeje masih memiliki harapan. Ia ingin pulang ke kampung halamannya di Majalengka. Namun, kondisi fisiknya yang lemah dan keterbatasan biaya membuat keinginan itu hanya bisa ia simpan dalam hati.
Jeje sangat berharap ada uluran tangan dari para dermawan yang tergerak hatinya untuk membantu. Bantuan bisa berupa kebutuhan sehari-hari, biaya pengobatan, atau bahkan ongkos untuk kembali ke kampung halaman dan memulai hidup yang lebih layak.
Bagi siapa pun yang ingin membantu, bisa langsung mengunjungi Puskesmas Pamulang, tempat Jeje saat ini berteduh dan menjalani pengobatan.
(Rudi)














