Menu

Mode Gelap

News · 17 Mar 2025 04:55 WIB ·

Dugaan Pungli Pembuatan Sertifikat Tanah Di Kecamatan Manis Mata, Satgas Saber Pungli Polres Ketapang Lakukan Pengecekan Di Lapangan


					Dugaan Pungli Pembuatan Sertifikat Tanah Di Kecamatan Manis Mata, Satgas Saber Pungli Polres Ketapang Lakukan Pengecekan Di Lapangan Perbesar

Ketapang, Brigadenews.co.id – Polda Kalbar, Terkait adanya laporan yang masuk ke Ombudsman Republik Indonesia mengenai adanya indikasi pungutan liar (pungli) dalam pengurusan penerbitan sertifikat tanah melalui program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) di wilayah Desa Air Dekakah Kecamatan Manis Mata Kabupaten Ketapang, Tim Satgas Saber Pungli Polres Ketapang langsung melakukan pengecekan di lapangan dugaan pungutan liar (pungli) tersebut. Langkah ini diambil setelah adanya laporan dari masyarakat yang merasa terbebani dengan biaya tambahan yang tidak sesuai prosedur dalam proses pengurusan sertifikat tanah, Jumat (14/03/2025) Pukul 08.30 Wib.

Pengecekan yang dilakukan oleh tim Satgas Saber Pungli Polres Ketapang bertujuan untuk memastikan apakah praktik pungli tersebut benar adanya dan untuk menindaklanjuti laporan yang diterima. Tim melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Desa, staf desa yang terlibat dalam proses administrasi pembuatan sertifikat tanah serta meminta keterangan dari warga masyarakat di desa tersebut.

Kapolres Ketapang, AKBP Setiadi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Pengawasan IPTU Maryata menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memberantas pungli yang dapat merugikan masyarakat. ” Kami berkomitmen untuk menjaga agar setiap pelayanan publik, khususnya terkait administrasi pertanahan, dapat berjalan sesuai aturan yang berlaku dan bebas dari praktik-praktik ilegal,” ujar IPTU Maryata.

Lebih jauh ditambahkannya, dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan tim saber pungli Polres Ketapang, didapati bahwa dari 800 sertifikat yang telah diterbitkan dan diserahkan kepada warga, warga hanya mengeluarkan biaya sebesar 260 ribu sampai 300 ribu untuk per sertifikat tanah yang dikuatkan dengan berita acara kesepakatan pembuatan sertifikat tanah. “ Sampai saat ini belum ada warga masyarakat yang mengakui telah membayar lebih dari biaya yang telah disepakati yaitu sebesar 260 sampai 300 ribu rupiah, Namun hal ini masih terus kita dalami apakah ada indikasi pungli lain dalam pelaporan ini ” Papar Maryata.

Sebagai tindak lanjut, Satgas Saber Pungli akan melakukan pendalaman lebih lanjut terkait alur proses pembuatan sertifikat tanah di Kecamatan Manis Mata. Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan adanya indikasi pungli atau praktik tidak wajar lainnya dalam pelayanan publik.

Pihak Kepolisian juga mengingatkan agar masyarakat tidak ragu untuk melapor jika merasa menjadi korban pungli, karena setiap laporan akan diproses dengan serius dan profesional. Ke depannya, diharapkan tidak ada lagi praktik pungli yang merugikan masyarakat dalam pengurusan sertifikat tanah dan pelayanan publik lainnya di Kabupaten Ketapang.(Slh).

Artikel ini telah dibaca 1,740 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polres Tangerang Selatan Perkuat Sinergi dengan Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Selatan

15 Juli 2026 - 09:02 WIB

Wakapolda Metro Jaya Sematkan Penghargaan Tridharma kepada 25 Pengurus PP Polri

15 Juli 2026 - 08:57 WIB

Nobar Gembira Piala Dunia 2026, Korem 052/Wijayakrama Perkuat Kebersamaan dan Kemanunggalan dengan Masyarakat

15 Juli 2026 - 07:01 WIB

Jaga Jakarta On The Spot, Polsek Kelapa Dua Tingkatkan Razia dan Patroli Cegah Gangguan Kamtibmas

15 Juli 2026 - 06:29 WIB

aga Jakarta On The Spot, Polsek Kelapa Dua Tingkatkan Razia dan Patroli Cegah Gangguan Kamtibmas

15 Juli 2026 - 06:26 WIB

Masa MPLS, Bhabinkamtibmas Sukabakti Berikan Edukasi kepada Siswa Baru SMPN 2 Curug

15 Juli 2026 - 06:22 WIB

Trending di News