Menu

Mode Gelap
The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

News · 2 Apr 2024 04:14 WIB ·

Suta Widhya: Para Pembesar Mayoritas Kuasai Tambang di Negeri ini


					Suta Widhya: Para Pembesar Mayoritas Kuasai Tambang di Negeri ini Perbesar

Jakarta, Brigadenews.co.id – Pantas banyak lawyer papan atas yang kuasai aneka tambang maju membela Paslon 02.Mereka takut akan perubahan di negeri ini selain berharap mendapat jabatan sebagai menteri. Mereka agaknya menjadi bagian dari status quo yang membela rezim yang korup.

Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) membongkar jaringan penguasaan tambang oleh keluarga jokowi, Luhut dan Bahlil. Sehingga Adagium _power attend corrupt, and absolutely power attend absolutely corrupt_. Kekuasaan cenderung korup dan kekuasaan yang absolute cenderung melakukan korupsi yang absolut pula.

Dalam buku Sistem Pembelenggu Moral Koruptor (SPMK) terbitan 2011 kami sudah mengingatkan bahaya korupsi kepada Gubernur DKI Jakarta. Buku itu kami serahkan pada Minggu 9 Desember 2012 kepada Ir. Joko Widodo selaku Gubernur DKI Jakarta.

Pesan yang kami sampaikan bahwa buku tersebut sebagai acuan sebagai Presiden di kemudian hari. Karena buku fiksi tentang Indonesia Tahun 2030 mengacu perubahan total dalam managemen mengatur sebuah negara.

Buku SPMK membelenggu siapapun yang ingin mencoba korupsi. Karena setiap orang diketahui asset kekayaannya tanpa kecuali oleh negara. Negara pun menjamin setiap orang memiliki pendapatan yang diberi oleh negara sesuai kebutuhan hidup.

Karena mendayagunakan seluruh kekayaan alam untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia, maka tidak ada seorang pun yang kelaparan di Indonesia. Buku tabungan seluruh rakyat terisi setiap bulan untuk kebutuhan hidupnya.

Bagi rakyat yang mampu, kaya dan super kaya akan dikenakan pajak tinggi sebagai subsidi silang kepada rakyat kecil. Tidak ada lagi jalan korupsi, karena seluruh aktivitas bisnis terpantau semua dengan SPMK. Indonesia Tahun 2030 serba digital. Transaksi di atas satu juta rupiah tidak lagi dengan uang tunai,tapi dengan giro dan cek serta transfer perbankan.

Tahun 2030 tinggal 6 tahun lagi. Dan buku yang kami serahkan ke Gubernur DKI Jakarta kala 2012 sudah berlalu 12 tahun silam. Namun, belum ada tanda tanda yang kuat Jokowi melaksanakan pedoman buku tersebut. Buktinya, yang korupsi semakin banyak. KPK pun seakan dilemahkan. Serta digitalisasi belum juga dilaksanakan dengan baik dan sempurna.

Trs

Artikel ini telah dibaca 125 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bhabinkamtibmas Bersama Warga Cisauk Renovasi Rumah Yatim Piatu

21 April 2024 - 15:33 WIB

Polri Siagakan 7783 Personel Amankan Sidang Putusan Sengketa Pilpres 2024 Di Gedung MK

21 April 2024 - 15:18 WIB

Puncak Hari Jadi ke-383, Pemkab Bandung Gelar Semarak Karnaval Budaya Bedas 2024

21 April 2024 - 14:58 WIB

Semarak Hari Jadi ke-383 Kab. Bandung, Radio Kandaga 100.8 FM Gelar Talkshow

21 April 2024 - 14:54 WIB

Gatur lalin di Bawah Kolong Fly Over Ciputat Antisipasi Kepadatan Kendaraan dan Lawan Arus

21 April 2024 - 10:54 WIB

Respon Aduan Masyarakat, Jajaran Sat lantas Polres Tangsel Lakukan Penindakan Pelanggar

21 April 2024 - 08:08 WIB

Trending di News