Penampungan Ilegal Di Cirebon Digrebek, BP2MI Jabar Berani Dan Tegas

INDRAMAYU,-Brigadenews.co.id,- Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menggerebek tempat penampungan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) di Cirebon. Sembilan orang calon pekerja migran akan diberangkatkan Nonpersedural ke Negara Singapura.

Tim Gabungan UPT BP2MI Jawa Barat melalui P4TKI Cirebon, Satreskrim Polres Cirebon Kota dan Disnaker Kab. Cirebon melakukan penggerebekan di sebuah rumah yang juga menjadi penampungan PT Akarinka Utama Sejahtera di Jl. Tambas 1 RT 01 RW 01 Kel Adi Darma Mulia Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon .pada Rabu 27 Oktober 2021 kemarin.

Dari sembilan orang PMI itu ditemukan di penampungan yang beralamat di Jalan Tambas, Kelurahan Adi Darma Mulia, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.

“Ada sembilan orang korban atau calon PMI yang ditemukan,” ujar Kepala BP2MI Benny Rhamdani di kantor BP2MI Bandung, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung.

Benny mengatakan kesembilan orang tersebut terdiri dari 7 orang berasal dari Cirebon, satu orang dari Bandung dan satu orang dari Majalengka. Mereka diketahui direkrut oleh PT AUS yang ternyata izin operasionalnya sudah dicabut.

“Sudah dicabut izin operasionalnya per tanggal 14 Februari 2020 oleh Kemenaker, namun tetap melakukan kegiatan operasional. Artinya perusahaan tidak berhak melakukan penempatan. Artinya ini perbuatan melawan hukum dan yang dilakukan perbuatan ilegal,” tutur Benny.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas mengamankan satu orang calo atau penanggung jawab perusahaan, inisial S (52). Berdasarkan hasil penyelidikan, sembilan orang itu rencananya dikirim ke Singapura,sebagai ART,” jelas Benny.

Modus yang dilakukan dengan cara mereka yang lolos medical check up dijanjikan uang fee sebesar Rp 5 juta per orang.

“Di mana semua proses pemberangkatan dan kelengkapan berkas diurus oleh S dan pembuatan paspor dilakukan di Wonosobo,” ungkap Benny.

Baca Juga :  Pimpin Apel Anggota Linmas Persiapan Pam Tahun Baru

“Dari sembilan orang tersebut, beberapa orang ada yang sudah diproses dan dijanjikan akan diberangkatkan tanggal 1 November 2021,” ujarnya

Dikatakan Benny, proses pemberangkatan pekerja migran seharusnya melalui prosedur yang jelas. Prosedur tersebut antara lain harus melalui tahapan pengurusan ID, pelatihan kompetensi hingga orientasi pra pemberangkatan.

“Mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada. Terutama dalam menerima informasi tawaran bekerja ke luar negeri dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan mengarah ke tindak pidana perdagangan orang (TPPO),” ucapnya

“Saya menegaskan bahwa BP2MI akan terus menabuh genderang perang melawan para sindikat dan mafia penempatan illegal. Negara tidak boleh kalah, bahkan tidak akan mundur satu langkah pun untuk menyikat para sindikat pengiriman illegal PMI,” tegas Benny.

(Nurpad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.