Bumikan Kembali Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa, Bentuk Melawan Krisis Ideologi Bangsa

Semarang, Brigadenews.co.id – Masyarakat telah dirusak pola pikirnya dengan ideologi yang tidak dilahirkan oleh bumi Pertiwi. Dengan tidak menghormati adanya panji-panji merah putih simbol negara dan juga tidak mau untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya, dengan alasan tidak diperbolehkan oleh guru panutannya.

“Saat ini bisa saya sampaikan, bahwa negara kita saat ini mengalami “sakit”. Mengalami krisis ideologi. Artinya pendidikan ideologi kita gagal,” jelas Antonius Manurung Ketua DPP Gerakan Pembumian Pancasila (GPP) di Rumah Joglo, Rumah Komunitas Kebangsaan, Jl. Durian Utara 3 Semarang, Kamis (19/9/2019).

Oleh sebab itu, lanjut Anton dalam paparannya, perlu kita bumikan kembali Ideologi Pancasila ke masyarakat secara Progresif Revolusioner. Artinya secara tertata, tersystem dan secara terus menerus.

Hal itu menurut Antonius, merupakan bagian dari implementasi Pidato Soekarno 1 Juni 1945. Selain juga untuk mereaktualisasikan pemahaman Pancasila kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Sementara itu tokoh Nasionalis Kebangsaan Hertoto Basuki menyampaikan bahwa, jika bicara Pancasila perlu juga mengingat tentang Kebhinekaan Nusantara. Yang mana Pancasila dimiliki oleh 300 etnis dan 1.340 suku bangsa yang ada di Indonesia.

“Jadi perlu juga dipikirkan bagaimana Pancasila itu bisa dipahami dan menggugah potensi kebangsaan untuk menjawab tantangan globalisasi dengan kembali ke jatidiri bangsa. Jangan hanya jargon saja,” kritiknya.

Karena menurut Hertoto Basuki, dalam menyampaikan pendidikan Pancasila yang berkarakter Pancasila tidak serius, hanya dijadikan pendamping, pungkasnya.

Usai paparan, dilanjut dengan dialog interaktif peserta yang hadir yang berasal dari tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh Nasionalis serta beberapa organisasi kemasyarakatan dan organisasi keagamaan.

Absa Semarang

Baca Juga :  Anggota Korem 052/Wkr Ikut Bantu Dalam Penilaian Lomba PBB di Sekolah Islamic Village

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.