Pertahankan Gedung Sejarah, Puluhan Menwa Mahawarman Geruduk PN Bandung Dan Gedung Sate

Menwa Mahawarman Saat aksi Unjuk Rasa di Depan PN Bandung dan Gedung Sate Bandung Yang menuntut untuk penolakan Eksekusi Markas Menwa Mahawarman

BANDUNG, BRIGADENEWS.CO.ID — Puluhan Baret Ungu dari Korps Resiman Mahasiswa (Menwa) Mahawarman Jawa Barat melakukan aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LL.RE Martadinata, Kota Bandung pada Kamis 12 Oktober 2017.

Unjukrasa itu diketahui terkait soal adanya informasi akan dilakukan eksekusi oleh Pengadilan Negeri Bandung karena Menwa Mahawarman kalah dalam sidang gugatan kepemilikan gedung yang dinilai memiliki banyak mengandung sejarah.

Sebelumnya, massa aksi sempat berunjuk rasa di depan Gedung Sate. Lalu dilanjutkan dengan long march ke Pengadilan Negeri Bandung. Mereka terlihat menggunakan seragam lengkap Resimen Mahasiswa dan membawa sejumlah spanduk dan tulisan. Pada intinya, meminta hakim berlaku adil pada perkara sengketa tanah dan bangunan di Surapati 29 yang menjadi Markas Komando Menwa Mahawarman.

Seperti Diberitakan pikiran-rakyat.com, Kepala Staf Resimen Mahasiswa Maharwan Jawa Barat Engkun Kurnia, mengatakan, Yayasan Korps Resimen Mahasiswa Mahawarman Jawa Barat adalah penghuni bangunan di Jalan Surapati nomor 29. Itu sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat, Mashudi.

“Kami menuntut agar tanah dan bangunan di Jalan Surapati nomor 29 tetap menjadi hak milik Menwa Mahawarman Jawa Barat. karena tempat tersebut sudah menjadi markas sejak tahun 1966 dan memiki sejarah yang sangat panjang,” kata Engkun saat ditemui disela-sela aksi.

Engkun menjekaskan, organisasi anak bangsa yang telah mengabdikan sepanjang sejarah hidupnya bagi tegaknya Merah Putih ini sedang menghadapi Pengadilan Sita Eksekusi atas obyek sengketa tersebut yang diajukan keluarga Sakirman.

“Keluarga Sakirman, dijelaskannya, hanya memiliki Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang sudah habis masa berlakunya di tahun 1980, sehingga tanah dan bangunan menjadi kembali kepada negara,” ujarnya.

Lebih jauh dijelaskannya, Hal tersebut diperkuat oleh Surat dari Badan Pertanahan Nasional Kota Bandung/Kantor Pertanahan Kota Bandung yang telah mengeluarkan Surat Nomor 610.32.73/675/V/KP/2008 tanggal 23 Mei 2008.

“Oleh karenanya, Yayasan yang telah menempati Sejak tahun 1966 mempunyal hak prioritas mendapatkan hak milik mengingat selama ini yayasan yang mengurus, memelihara serta membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Selain itu sesuai dengan pasal 5 Keppres No. 32 tahun 1979,” katanya.

Bangunan bersejarah Resimen Mahasiswa
Ia mengatakan, pihaknya mempunyai hak prioritas terhadap tanah dan bangunan di lokasi tersebut. Gedung tersebut banyak sejarahnya. Karena dulu pernah juga dijadikan markas Lekra, dan tentara pelajar yang kemudian merebutnya. Menurut dia, keluarga Sakirman tidak memiliki hak Sita Eksekusi karena bukan pemilik.

“Untuk itu Yayasan akan tetap berpegang teguh pada aturan hukum yang berlaku dan berjuang membela kepentingan bangsa dan negara,” tandasnya.

[PIKIRAN-RAKYAT.COM]

Baca Juga :  Patroli Lokasi Rawan Oleh Polsek Rengasdengklok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.